-->

Pengertian, Fungsi dan contoh Faktur

Pengertian, Fungsi dan contoh Faktur - Faktur adalah perhitungan penjualan kredit yang diberikan oleh penjual kepada pembeli. pihak yang menjual, faktur dibuat sebanyak tiga rangkap. Selembar untuk diserahkan kepada pihak pembeli, selembar untuk disimpan oleh pihak penjual, tentu saja setelah ditandatangani oleh pembelinya, yang nantinya akan digunakan sebagai lampiran kwitansi untuk menagih pembayaran apabila sudah jatuh tempo. Dan satu lembarnya lagi untuk dibiarkan melekat pada buku faktur yang biasa disebut "copy faktur penjualan" oleh sang penjual.
Faktur adalah suatu dokumen dasar yang digunakan sebagai bukti tertulis/pencatatan bagi perusahaan penjual dan perusahaan pembeli. Faktur ini yang nantinya akan menjadi bukti transaksi penjualan yang dilakukan secara kredit.

Faktur adalah dokumen yang akan diterbitkan sang penjual lalu kemudian diberikan pada pembeli yang didalamnya tercantum tanggal pengeluaran faktur dan tercantum tanggal pengiriman barang, uraian barang (termasuk berat dan ukuran), harga, biaya - biaya lain, jumlah total yang harus dibayar pembeli, syarat penyerahan barang dan syarat pembayaran, serta lain-lain.

Pengertian, Fungsi dan contoh Faktur Pajak :

Faktur Pajak sebenarnya tidak harus dibuat secara husus ataupun berbeda dengan Faktur Penjualan, artinya Faktur Penjualan dapat sekaligus berfungsi sebagai Faktur Pajak.
Seperti yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 23, yang dimaksud Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak atau bukti pungutan pajak karena impor barang kena pajak yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai. bagi Pengusaha/perusahaan Kena Pajak wajib bin kudu membuat faktur pajak untuk setiap penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak yang dilakukan di dalam daerah pabean. Perorangan/orang pribadi dan badan yang tidak/belum dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dilarang membuat faktur pajak. Larangan membuat faktur pajak oleh yang bukan Pengusaha Kena Pajak dimaksudkan untuk melindungi pembeli dari pemungutan pajak yang tak semestinya. Jumlah/nilai total pajak yang tercantum dalam lembaran faktur pajak wajib disetorkan ke kas negara. Ada pula yang beranggapan bahwa Faktur Pajak merupakan bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang akan melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP).

Fungsi Faktur

Fungsi dari Faktur Pajak ada tiga. fungsi - fungsi inilah yang membuat faktur pajak begitu penting dah wajib dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak. Fungsi faktur pajak yang penting tersebut adalah :
1. Bukti pungutan bagi Pengusaha Kena Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.
2. Sebagai bukti pembayaran PPN yang dilakukan oleh pembeli Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak.
3. Sebagai sarana mengkreditkan Pajak Masukan bagi Pengusaha Kena Pajak yang membeli Barang Kena Pajak.
4. Bukti pungutan pajak (PPN/PPn BM) karena impor BKP yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Contoh Faktur :

Sesuai dengan judul tulisan ini yaitu Pengertian, Fungsi dan Contoh Faktur, jadi setelah mimin mengutarakan pengertian dan fungsi faktur, mimin juga akan menampilkan contoh faktur, beberapa ada di bawah ini :

Pengertian, Fungsi dan contoh Faktur Pajak

Pengertian, Fungsi dan contoh Faktur kas Bank masuk

Pengertian, Fungsi dan contoh Faktur kas keluar dari Bank

Untuk hari ini mimin cukupkan sekian ajah. Dan  mimin ahiri tulisan ini, mimin rasa teman-teman perlu untuk melihat cotoh-contoh yang lainnya yang mungkin sedang teman-teman cari dan bisa menemukannya disini. Ahir kata, salam semangat selalu!!! ^_^

Info Pengumuman Penerimaan Pendaftaran Lowongan Kerja CPNS Online




Informasi Bermanfaat Lainnya

Berikut ini adalah kumpulan Informasi Bermanfaat yang trend Lainnya :

Sudah liat info loker hari ini?
silahkan cek di :

Info CPNS Hari ini :

Jadwal CPNS 2021